Thierry Henry: Manajemen Gagal Memanfaatkan Daya Tarik Klub Arsenal

Thierry Henry: Manajemen Gagal Memanfaatkan Daya Tarik Klub Arsenal

Cheekymonkeystpaul.com – Salah satu tim Liga Inggris yakni Arsenal berhasil mencatatkan sebuah sejarah di Inggris lewat skuat The Invincible mereka di 2003/2004. Akan tetapi setelah penampilan tersebut Arsenal langsung mengalami penurunan secara drastis dan tidak pernah lagi menjadi juara.

Di Premier League musim 2003/2004, Arsenal dengan gagahnya terus melaju dengan sangat kuat. Mereka tidak pernah mengalami kekalahan selama 38 pertandingan, memenangi 26 laga dan berimbang di 12 lainnya.

Itu menjadi salah satu gelar ketiga yang didapatkan oleh Arsenal selama tujuh musim terakhir ini. Ada empat musim lainnya yang berhasil diselesaikan oleh Arsenal dengan mendapatkan gelar di runner-up. Sayangya, titel yang didapatkan Arsenal pada musim 2003/2004 menjadi pertanda kemenangan yang terakhir Arsenal raih.

Pada musim setelah itu, Arsenal finis sebagai runner-up dan kemudian menurun levelnya. Dalam 10 musim selanjutnya, skuat arahan Arsene Wenger itu empat kali finis ketiga dan enam kali finis keempat.

Pada musim 2015/2016, Arsenal kembali mengikuti persaingan secara sengit. Namun dengan penurunan yang terus menerus terjadi menjadikan mereka hanya sampai menjadi runner-up saja di belakang Leicester City. Anak-anak London utara ini lantas finis kelima di musim lalu, sementara musim ini masih tertahan di urutan enam.

Setelah dalam beberapa musim selalu menjadi sorotan dan juga mendapatkan kritikan yang tidak kalah pedasnya, Arsenal akhirnya memastikan ada perubahan untuk musim depan. Arsene Wenger akan meninggalkan klub yang berarti dimulailah era baru. Eks pemain Arsenal Thierry Henry menyesalkan kegagalan Arsenal memaksimalkan momentum saat tengah mendominasi.

Dirinya juga menilai jika manajemen telah gagal dalam memanfaatkan daya tarik klub saat itu untuk menjaga skuat tetap mumpuni.

“Saya selalu punya, bukan sebuah penyesalan ya karena Anda tak bisa menyesali apa yang terjadi dalam hidup mengingat itu terjadi karena sebuah alasan, yakni sedikit kekecewaan. Kami tak pernah mengambil keuntungan dari dominasi kami,” kata Henry.

“Misalnya, kami dulu adalah klub yang atraktif tapi karena kami pindah ke stadion baru dan meninggalkan Highbury, yang mana tampaknya penting dan itu harus terjadi. Kami semua paham itu tapi kami tak memaksimalkan dominasi kami.”

“Kita semua bisa berspekulasi sekarang (kalau bertahan di Highbury) dan bilang ‘Ya, kita akan mendominasi’ tpai yang saya tahu, dan ini kenyataan, bahwa kami tak memaksimalkan dominasi saat itu. Bukan hanya itu, kami tak menambah skuat untuk menambal kehilangan,”

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *